Postingan

Jangan Terlalu Kagum dan Terlalu Benci Dengan Seseorang

Gambar
                      ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تُعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ Janganlah kalian merasa kagum/heran terhadap seseorang sehingga kalian melihat bagaimana penutup amalnya.   فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا Karena sungguh ada seseorang yang beramal shalih cukup lama, yang seandainya saja dia mati ketika itu dia pasti masuk surga, tapi kemudian dia beralih pada amal jelek. وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ، لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا Ada juga seseorang yang beramal jelek cukup lama, yang seandainya saja dia mati ketika itu dia pasti masuk neraka, t...

Ujian Kekayaan itu Lebih Berat Daripada Ujian Kemiskinan

Gambar
                    ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ ⓠⓞⓛⓑⓤ ⓠⓗⓙ Jika kalian pernah mendengar ucapan bahwa ujian kekayaan itu lebih berat daripada ujian kemiskinan, maka itu benar adanya.  Kalau tidak percaya bisa kalian lihat di dalam hadist Shohih Bukhari no 5196, atau dalam hadist shohih Muslim no 2736. Disitu Rasulullah ﷺ bersabda : قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ _“Aku berdiri di pintu surga, maka aku pun menyaksikan bahwa kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang miskin.”_  🏷Hadits ini menunjukkan bahwa antara orang kaya dan orang miskin, yang paling banyak selamat dari fitnah kehidupan dunia adalah mereka yang miskin. Karna, ujian kekayaan dan kelapangan lebih berat daripada ujian kemiskinan dan kesempitan.  Maka Pantaslah Rasulullah ﷺ bersabda:  Dalam Hadist shohih Bukhari no 6425, dan Hadist shohih Muslim no 2961 فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى ع...

Doa Untuk Menghancurkan Jin

Gambar

PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL

Gambar
_Bagi para jamaah yang mampu dan tidak berhalangan dianjurkan berpusa Syawwal_ Di antara puasa sunnah yang Nabi ﷺ anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal  mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah ﷺ Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau ﷺ' bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ۞ رواه مسلم Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal  Puasa Syawal 6 hari Seperti Puasa Setahun  Penuh Dari Tsauban, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) ۞ رواه ابن ماجة Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya I...

TIDURNYA ORANG YANG BERPUASA

Gambar
  ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ Sering kita dengar sebagian ustadz/mubaligh menyampaikan bahwa tidurnya orang yang puasa itu ibadah, sehingga dijadikan hujjah oleh sebagian orang untuk banyak tidur di bulan puasa. Bagaimana sih sebenarnya status haditsnya? Dan apakah tidurnya orang puasa itu ibadah atau dosa?  Ketahuilah wahai saudaraku bahwa hadits yang menjadi pijakan adalah tidak shahih.  صَمْتُ الصَّائِمِ تَسْبِيْحٌ, وَنَوْمُهُ عِبَادَةٌ ,وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ , وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ Diamnya orang yang puasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doa'nya mustajab dan amalnya dilipatgandakan.  Hadits ini derajatnya LEMAH SEKALI. Diriwayatkan ad-Dailami 2/253. Sanad ini lemah sekali, sebab Rabi' bin Badr adalah seorang rawi yang ditinggalkan haditsnya.  Diantara dampak negatif hadits ini adalah menjadikan sebagian orang malas dan banyak tidur di bulan puasa dengan alasan hadits ini.   Orang yang ketika bulan puasa tidur sepanjang hari, bagaimana hukumnya...

SEDIKIT CUPLIKAN SIKSA NERAKA

Gambar
              ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ عَنْ أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :  Dari abi umamah al bahiliy dia berkata : Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلَانِ ، فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ ، فَأَتَيَا بِي جَبَلَا وَعْرًا Disaat saya tidur tiba-tiba datang dua orang laki-laki kemudian memegang dua lenganku dan membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), فَقَالَا لِي : اصْعَدْ، فَقُلْتُ : إِنِّي لَا أُطِيقُهُ keduanya berkata padaku : Naiklah, Maka aku berkata : Sesungguhnya aku tidak mampu naik, فَقَالَا : إِنَّا سَنُسَهِّلُهُ لَكَ keduanya berkata : kami akan membantu memudahkanmu naik gunung, فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ، فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ، فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ؟ Maka aku naik hingga ditengah gunung, ketika itu saya mendengar suara yang sangat keras, maka aku...

HAKIKAT ORANG YANG KUAT

Gambar
                ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata,  Rasulullah ﷺ  bersabda : لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ ۞ رواه البخاری ٦١١٤ ، ومسلم ٢٦٠٩ Bukanlah kekuatan yang sejati adalah kuat bergulat, akan tetapi kekuatan sejati adalah mereka yang bisa menahan dirinya dikala marah. Diantara faedah hadits ini : ▫️ Hadits ini menunjukkan bahwa semua kekuatan yang hakiki bukanlah dengan kuat ototnya atau kuat badannya, akan tetapi kekuatan hakiki adalah kekuatan maknawi. Orang yg kuat bukanlah yang bisa mengalahkan manusia dengan kekuatan badan, akan tetapi kekuatan yang sejati adalah orang yang bisa berjihad melawan hawa nafsunya, mengalahkannya ketika mulai menguat marahnya. Maka dia mengekangnya, dan dia tidak melakukan perkara yang diharamkan, seperti menyerang orang lain, dia menahan lisannya tidak mengeluarkan kalima...

Ancaman Tidak Mengamalkan Ilmu QH

Gambar
            ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ Sebagian orang yang mempelajari al-Qur'an dan al-Hadist hanya untuk menambah wawasan, enggan diamalkan. Padahal seharusnya ilmu dipelajari supaya meningkatkan amalan. Karena amalan itu adalah buah dari ilmu. Semoga kita terlindungi dari bahayanya belajar Qur'an dan Hadist namun enggan mengamalkan ilmu tersebut. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah berikut. Dari Usamah bin Zaid, Nabi ﷺ bersabda, يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ، فَيَقُولُونَ : أَيْ فُلَانُ، مَا شَأْنُكَ ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ ؟ قَالَ : كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ ✾ رواه البخاري ، كِتَابٌ : بَدْءُ الْخَلْقِ ، بَابُ صِفَةِ النَّارِ، وَأَنَّهَا مَخْلُوقَةٌ ٣٢٦٧ ، ومسلم ٢٩٨٩ Ada ...

Hidup adalah sebuah perjalanan

Gambar
              ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ ⓠⓞⓛⓑⓤ ⓠⓗⓙ Tidak penting bagaimana keadaan kita berawal, Tapi yang penting ialah bagaimana keadaan kita akan berakhir. Sepahit apapun kejadian suatu hari nanti ia tetap akan menjadi kenangan. Dan seindah apapun kehidupan suatu hari nanti ia tetap akan kita tinggalkan. Karena dunia yang kita kumpulkan memang untuk ditinggalkan.  Sedangkan akhirat yang kita siapkan bakal untuk didatangi, Karena itulah bila kita mengumpulkan dunia terlalu banyak, maka hati akan terasa berat untuk meninggalkannya, sebab cinta dunia menjadi semakin kuat. Sedangkan bila kita memperbanyak bekal akhirat, seakan tak sabar ingin pulang ke sana, sebab bekal yang dibawa kesana sudah kita siapkan. Maka pilihlah untuk meninggalkan dunia sebelum kita meninggal dunia, Dan pilihlah untuk menyelamatkan akhirat sebelum kita pergi ke akhirat dalam keadaan yang tidak selamat. Jadikan akhirat di hatimu, Dunia di tanganmu, Dan kematian di pelupuk matamu....

PASTI ADA YANG SUKA & ADA YANG BENCI

Gambar
                ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ Setiap manusia itu pasti disukai oleh sebagian orang sekaligus dibenci oleh sebagian yang lain. Itu adalah sebuah keniscayaan. Oleh karenanya hendaknya yang menjadi tolak ukur adalah dibenci atau disukai oleh orang-orang yang taat kepada Allah. Adalah sebuah keniscayaan dalam hidup di dunia ini adanya orang yang pro dengan kita dan ada yang kontra. Hal ini karena kita mustahil bisa memuaskan semua orang di lingkungan kita. Ini dilatarbelakangi perbedaan karakter, hobi, cara berpikir, kebiasaan, budaya, kualitas intelektual dll. Sikap yang tepat dalam hidup bukan dalam bentuk memaksakan diri agar diterima oleh semua kalangan, baik penggemar ibadah ataupun penggemar maksiat. Akan tetapi jadikanlah amal shalih dan amal ibadah sebagai orientasi hidup kita dan lakukan kerja sama dengan orang yang punya orientasi yang sama. Seiring kesadaran penuh bahwa di dunia ini tidak ada orang yang tidak pernah membuat ...