JIKA ADA PRIA YANG BAIK AGAMANYA MELAMAR, TERIMALAH
Diperintahkan memilih laki-laki yang shalih untuk dinikahkan pada seorang wanita. Laki-laki shalih inilah yang pertama dijadikan pilihan di mana dia bagus akhlak dan agamanya.
Dalam hadits disebutkan,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ ✾ رواه الترمذی
Jika seseorang datang untuk melamar (anak perempuan / kerabat) kalian, sedang kalian ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan.
Jika demikian, maka ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan idaman. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang olehNya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya.
Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama (QHJ). Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik. Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ ✾ رواه البخاری، ومسلم، وابن ماجة، والترمذی
Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.
👉 Jika ada laki-laki shalih yang berkecukupan dan laki-laki shalih yang fakir, lalu keduanya sederajat, manakah yang mesti dipilih? Yang dipilih adalah yang punya kecukupan harta.
Dalilnya, HR. Muslim, no. 1480.
Nabi ﷺ pernah menyarankan pada Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha untuk menikah dengan Usamah, dibanding dengan dua laki-laki yang telah melamarnya yaitu Mu’awiyah dan Abu Jahm.
Beliau bersabda;
أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَرَجُلٌ تَرِبٌ لَا مَالَ لَهُ وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَرَجُلٌ ضَرَّابٌ لِلنِّسَاءِ وَلَكِنْ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ
Mu'awiyah adalah orang yang miskin harta, sedangkan Abu Jahm suka memukul wanita, sebaiknya kamu memilih Usamah.
فَقَالَتْ بِيَدِهَا هَكَذَا أُسَامَةُ أُسَامَةُ
Maka Fathimah mengelak dan berisyarat dengan tangannya tanda tidak setuju.
Namun Rasulullah ﷺ tetap mengatakan,
طَاعَةُ اللَّهِ وَطَاعَةُ رَسُولِهِ خَيْرٌ لَكِ
Ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya adalah lebih baik bagimu. (Nikahlah dengan Usamah.)
قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُهُ فَاغْتَبَطْتُ
Fatimah mengatakan; Akhirnya, aku memilih menikah dengan Usamah, lantas Allah mengaruniakan dengan pernikahan tersebut kebaikan. Aku pun berbahagia dengan pernikahan tersebut.
Dalam ayat disebutkan “Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”
ini jadi motivasi pada orang yang akan menikah agar tidak bergantung dengan sebab saja.
Karena ada yang belum mau menikah dan memikirkan bagaimana dia bisa menafkahi istri dan anak.
Ingatlah, Allah yang akan beri kecukupan, Allah itu Ar-Rozzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Mugo mugo Allah paring manfaat dan barokah...
الحمد لله جزاكم الله خيرا
Syukron. Ajkh
BalasHapusBarokallaah
امـــــــــــــــــين يا رب العالمـــــــــــــين
Hapus