Keistimewaan Hari Jum'at.

ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ
Tidak ada kebaikan-kebaikan pada suatu amalan kebaikan yang paling  di cintai Allah yang maha luhur dari pada kebaikan yang diamalkan pada malam jum'at dan dihari jum'at dan tidak ada dosa-dosa pada suatu perbuatan dosa yang paling dimurkai oleh Allah yang maha luhur dari pada dosa yang dia amalkan dimalam jum'at atau di hari jum'at
Rasulullah ﷺ bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum'at atau malam Jum'at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur
Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy'ari dia berkata; Abdullah bin Umar bertanya padaku, "Apakah kamu pernah mendengar [ayahmu] meriwayatkan hadits dari Rasulullah ﷺ perihal satu waktu (yang mustajab) pada hari Jum'at?" Abu Burdah berkata; Saya menjawab, "Ya, aku mendengarnya berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Waktunya ialah antara imam duduk (di mimbar) hingga selesai shalat Jum'at."
Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘Ashar.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda: 'Sebaik-baik hari matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu nabi Adam diciptakan, pada hari itu beliau diturunkan, pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jum'at dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbitnya matahari kecuali manusia. 
Di hari Jum'at ada suatu waktu, yang ketika itu tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa di dalam shalatnya dan meminta sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu itu kecuali Allah akan mengabulkannya".

Ka'ab lalu berkata, 'Waktu ada pada satu hari di setiap tahun'. Abdullah bin Salam kemudian mengatakan bahwa Ka'ab telah berdusta, maka kukatakan bahwa Ka'ab membaca Taurat kemudian berkata, 'Rasulullah benar, hari itu ada pada setiap Jum'at'. kemudian Abdullah bin Salam berkata, 'Ka'ab benar, dan aku sangat mengetahui tentang waktu itu! 
Aku memohon kepadanya, 'Wahai saudaraku, beritakanlah hal itu kepadaku? ' Ia menjawab, 'Waktu itu adalah waktu terakhir pada hari Jum'at, sebelum matahari terbenam'. 

Kemudian aku menyanggahnya dengan bertanya, Bukankah kamu mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang mukmin berdoa bertepatan dengan waktu tersebut dalam shalatnya?" Bukankah waktu itu adalah saat masih shalat? ' 
dia menjawab dengan bertanya juga, 'Bukankah kamu juga mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat lalu duduk untuk menunggu shalat, maka ia senantiasa dihitung dalam keadaan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya?" 'Aku menjawab 'Ya'. Ia berkata, 'Maka hal tersebut juga seperti itu
Shalat fardhu lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antara masa tersebut jika (dengan syarat) dia menjauhi dosa-dosa besar.
Nabi ﷺ, beliau bersabda: Barangsiapa yang mandi dan mandi jenabat, lalu dia segera berangkat (ke masjid) sedini mungkin serta mendekat kepada imam, dan dia tidak melakukan hal yang sia-sia, maka setiap langkahnya di beri pahala seperti melaksanakan puasa dan shalat malam satu tahun.
Dan telah diriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ memintakan ampun untuk orang-orang yang berada di shaf pertama sebanyak tiga kali, dan shaf kedua sebanyak dua kali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 SUKSES DI BULAN RAMADHAN

Bahaya Lalai dari Shalat Subuh

TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH