Bisa Nasehat Juga Harus Bisa Menerima Nasehat
ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ - ⓠⓞⓛⓑⓤ - ⓠⓗⓙ
Hobinya nglakson, giliran diklakson baper. Langsung marah dengan mata yang nyalang kek orang kesurupan. Keluar semua penghuni kebun binatang tanpa diundang.
Kiranya analogi itu persis banget kaya orang yang maunya nasihatin orang terus, tanpa mau dinasihatin balik. Ya emang weak mentality lahir dari pribadi yang kelewat sensitif. Lucu loh.
Gak setiap saat manusia selalu benar kaan. Karena khilaf selalu menyelimuti. Iman kadang naik, kadang turun :
الإيمان يزيد وينقص
Kalau udah salah gini, masa ada orang yang mau benerin ditolak mentah-mentah (ditolak sakit tauuk 😅). Gak boleh gitu ya.☺
Selama itu orientasinya baik, always stick what you hear. Karena saat kita menasehati orang yang khilaf, pasti kita pun menginginkan dihormati dan orang itu melakukan semua hal yang keluar dari mulut kita. Mana mau kita diabaikan, segala perkataan tak didengar. Yang dinasehati acuh. Jelas bukan sikap itu yang diharapkan.
Ya maka itu, selalu hargai setiap nasehat yang datang ke telinga. Bukan malah tutup telinga rapat-rapat. Allah sangat tidak suka dengan hamba yang sombong. Merasa dirinya selalu benar dan paling sempurna.
Allah Swt berfirman:
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا وَلّٰى مُسْتَكْبِرًا كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَا كَاَنَّ فِيْۤ اُذُنَيْهِ وَقْرًا ۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ ۞ سورة لقمان ٧
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan adzab yang pedih.
Remember, strong mentality come from a strong body. So, jangan maunya bunyiin klakson doang. Giliran diklakson gak terima. 😉
Komentar
Posting Komentar