ORANG YANG PALING KAYA
ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ-ⓠⓞⓛⓑⓤ-ⓠⓗⓙ
Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling nrimo. Nabi kita menjelaskan,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ ✾ رواه البخاري
Kekayaan tdklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yg hakiki adalah kekayaan hati.
Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah nrimo (menerima) & rela dengan berapa pun yg diberikan oleh Allah.
Berapa pun rezeki yg didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar & tidak mengumpat.
Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yg menanti kita, sebagaimana janji Rasulullah ﷺ
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ ✾ رواه مسلم
Beruntunglah orang yg berislam, dikaruniai rezeki yg cukup, & dia dijadikan menerima apa pun yg dikaruniakan Allah (kepadanya).
Dengan barometer di atas, bisa jadi orang yg berpenghasilan 20 ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yg berpenghasilan 20juta sehari dikategorikan orang miskin. Pasalnya, orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yg didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yg didapatkannya sangat banyak. Bagaimana mungkin orang yg berpenghasilan 20 ribu dianggap berkecukupan, padahal dia harus menafkahi istri & anak-anaknya?
Ya, selain karena kebarokahan yg Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita ﷺ adalah sebagai berikut,
Komentar
Posting Komentar