Ridha dan Murkanya Allah Tergantung Orang Tua

Entah kenapa nasihat ini selalu ditujukan kepada anak-anak saja. Mungkin dengan tujuan sebagai dorongan dan ancaman agar mereka mau berbakti kepada kedua orang tuanya. Padahal inti nasihat itu sebenarnya justru tertuju kepada orang tua, dan apalagi tidak ada satupun kata anak di dalamnya.

Nasihat itu jelas memerintahkan para orang tua supaya gampang ridha kepada anak, agar anak gampang meraih ridha Allah. Dan tidak gampang murka kepada anak, agar anak tidak dimurkai oleh Allah.

Meridhai anak hendaknya telah dimulai sejak dalam kandungan. Merasa gembira dan bahagia atas kehamilan itu, baik ayah maupun ibunya. Hari-hari masa kehamilan dilalui dengan riang gembira penuh harap, sebagai cerminan ridha orang tua terhadap anaknya. Agama bahkan mengajarkan shadaqah untuk melatih kedermawanan si jabang bayi. Kalau sebaliknya, yakni bila kehamilan itu sendiri sudah menjadi sumber penyesalan, maka hal itu mencerminkan ketidak ridhaan. Apalagi bila mereka saling menyalahkan atas segala hal akibat kehamilan itu.

Meridhai anak saat lahir juga sangat penting. Merasa bersyukur dan bersuka cita menyambut kelahiran jabang bayi menunjukkan keridhaan orang tua. Demikian pula ketika menyusui, menyuapi, menggendong, dan memeliharanya. Sebaliknya, bila keberadaan bayi menyulut pertengkaran sehingga orang tua seakan tak menghendaki kelahirannya, maka itu adalah cermin ketidakridhaan mereka kepada bayinya.

Meridhai anaknya ketika memasuki masa tumbuh kembang juga penting. Orang tua yang menunjukkan kebahagiaannya dalam mengasuh si anak, tidak pernah mengeluhkan anaknya, mengajarinya dengan senang hati, mencarikannya nafkah dengan penuh semangat, itu semua menunjukkan keridhaan orang tua. Seandainya ada nakalnya si anak, orang tua yang ridha akan tetap menghadapinya dengan suka cita, dibimbingnya dengan baik.

Selanjutnya meridhai anak ketika remaja, dewasa, atau bahkan saat sudah sama-sama tua tetap sangat penting. Semakin berumur semakin banyak masalah yang dihadapi anak. Menghargai, ngajeni, dan mendoakan anak adalah bagian dari ridha itu sendiri.

Ridha kedua orang tua sangat menentukan apakah seorang anak akan diridhai Allah. Biarpun anak itu sudah besar atau kini sudah dewasa, ridha orang tua masih harus dia bawa.

Yang repot itu adalah bila ada orang tua yang tega menetapkan kriteria yang sangat tinggi untuk memberikan ridhanya. Itu artinya dia tidak gampang ridha kepada anaknya, tidak gampang memaafkan anaknya, dan tidak gampang memuji atau mengapresiasi setiap kebaikan anaknya. Dapat diperkirakan, bahwa anak itu nanti akan banyak kesulitan dalam hidupnya.

Walhasil betapa bahagianya anak yang sejak bayi, sejak dalam kandungan, bahkan sampai dewasapun selalu diridhai orang tuanya. Sebab itu berarti dia selalu berada dalam ridha Tuhannya, kapanpun dan dimanapun dia berada. Hidupnya akan bermanfaat, penuh barakah, dan menjadi barakah bagi orang-orang di sekelilingnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 SUKSES DI BULAN RAMADHAN

Bahaya Lalai dari Shalat Subuh

TARAWIH DIMASJID TAPI WITIRNYA DIRUMAH