TERNYATA KITA JUGA DI GHIBAHI & DIOMONGIN DI BELAKANG
ⓢⓘⓡⓐⓜⓐⓝ ⓠⓞⓛⓑⓤ ⓠⓗⓙ
Ketika kita tahu ternyata kita di ghibahi, tentu kita sakit hati, marah, bahkan emosi.
Tetapi hakekatnya kita harus tetap tenang ketika kita di ghibahi.
Mengapa? Karena kita akan mendapat pahala tanpa beramal, karena pahala orang yang mengghibahi kita akan diberikan kepada kita.
Kemudian selanjutnya ghibah ini hanya kata-kata saja, bukan pedang dan bukan pula sebuah pengaruh sehingga kita harus percaya kepada diri kita.
Dan kemudian sebenarnya yang mengghibah itu lebih sengsara, waktunya habis untuk mengghibahi kita.
Dan yang lebih parah lagi di hari kiamat dia akan bernasib tragis karena memberikan sesuatu yang paling mahal di akhirat yaitu pahala kepada yang dibenci.
Rasulullah ﷺ bersabda,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’.
Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’.
Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’
Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu (kamu telah memfitnah saudaramu).’
Apakah kalian tau apa yg dimaksud bangkrut ?
mereka sahabat menjawab: Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang...
Rasulullah bersabda: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari qiamat dengan membawa pahala shalat, puasa & zakat,
Namun dia juga datang dengan membawa dosa kedzoliman,
- Dia pernah mencela si fulan A,
- Menuduh tanpa bukti pada si fulan B,
- Memakan harta si fulan C,
- Menumpahkan darah/melukai si fulan D,
- Memukul si fulan E...
Maka sebagai tebusan atas penganiayaan nya tersebut, kebaikan2 nya dia di ambil dan di berikan pada mereka yg teraniaya...
Apabila kebaikan-kebaikan nya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang di dzoliminya tapi belum semua kedzolimannya tertebus,
maka diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzoliminya lalu ditimpakan kepadanya,
lalu dia di lemparkan ke dalam neraka.
HR. Shohih Muslim, Kitabul birri washshilah wal adab, Bab Tahrimimudhdhulmi 2581
Komentar
Posting Komentar